Langsung ke konten utama

Cerita tentang kegiatan ekstrakurikuler

 Pengalaman Pertama Ikut Ekstrakurikuler PMR

Hari Jumat sore menjadi hari yang paling saya nantikan minggu itu. Bukan karena akan libur keesokan harinya, tapi karena saya akan mengikuti kegiatan pertama ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah. Sejak awal masuk sekolah, saya memang tertarik dengan PMR karena ingin belajar tentang pertolongan pertama dan menjadi lebih peduli terhadap sesama.

sore itu, kami dikumpulkan di aula sekolah. Sekitar 25 siswa hadir, dari kelas 7 hingga kelas 9. Kakak pembina PMR menyambut kami dengan ramah dan penuh semangat. Suasana langsung terasa akrab, meskipun banyak wajah yang belum saya kenal. Kami diberi pengenalan singkat tentang apa itu PMR, sejarahnya, tujuan dibentuknya, dan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan — mulai dari pelatihan pertolongan pertama, donor darah, hingga membantu saat ada kegiatan sekolah seperti upacara atau pensi.


Setelah sesi perkenalan, kami langsung diajak melakukan latihan dasar pertolongan pertama, yaitu cara membalut luka dan menolong orang pingsan. Awalnya saya grogi karena belum pernah melakukannya sama sekali. Tapi karena dijelaskan dengan pelan-pelan dan sambil praktik berkelompok, saya jadi mulai percaya diri. Bahkan, saya dan teman saya sempat tertawa saat mencoba membalut tangan teman yang justru jadi mirip “mumi” karena terlalu banyak perban.


Tak hanya belajar teknis, kami juga diajak bermain permainan kelompok seperti simulasi tanggap darurat dan ice breaking. Di sinilah suasana semakin cair. Saya mulai mengenal beberapa teman baru, dan ternyata banyak di antara mereka juga baru pertama kali ikut PMR seperti saya.


Yang paling saya ingat dari hari itu adalah ketika kakak pembina berkata, “Di PMR, kita tidak hanya belajar menolong orang lain, tapi juga belajar bagaimana menjadi manusia yang siap, sigap, dan peduli.” Kalimat itu melekat di kepala saya sampai sekarang.


Kegiatan hari itu ditutup dengan apel sore dan pembagian jadwal latihan rutin mingguan. Meski hanya dua jam, kegiatan pertama PMR memberi kesan yang sangat dalam untuk saya. Saya pulang dengan hati senang, perasaan bangga, dan semangat untuk terus belajar. Saya sadar bahwa menjadi bagian dari PMR bukan hanya tentang memakai rompi merah dan bertugas saat acara, tapi juga tentang belajar jadi pribadi yang lebih baik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artikel

  STRUKTUR ARTIKEL Struktur artikel terdiri dari sejumlah komponen. Menurut Modul Bahasa Indonesia Kelas XII oleh Indri Anatya Permatasari, struktur artikel adalah sebagai berikut:

Literasi IX-D

  đŸ‘‚